Gerakan 1300 Mahasiswa Stikom Surabaya

Suasana yang sangat meriah dalam rangkaian acara 1300 Mahasiswa, dikemas dalam suasana Kerajaan ” Majuwis Kingdom “

Majuwis Kingdom

Bpk. Jangkung selaku ketua STIKOM Surabaya, ikut serta dalam rangkaian acara 1300 Mahasiswa ” Majuwis Kingdom “ berperan sebagai kakek-kakek yang memberikan motivasi kepada warga majuwis.

Majuwis Kingdom

Bukan hanya Mahasiswa yang ikut acara dalam Gerakan 1300 Mahasiswa, tetapi Bapak dan Ibu Dosen ikut serta dalam rangkaian acara 1300 Mahasiswa ” Majuwis Kingdom “

Reward ke - Bali

Mahasiswa angkatan 2010 mendapatkan potongan sebesar 1 juta dan berlibur ke Bali Gratis dalam program Special Offer 2010 5 Pendaftar dari sekolah yang sama.

Reward ke - Bali

Mahasiswa 2010 mendapatkan potongan 1 juta, dan berlibur ke Bali gratis dalam program Special Offer 5 Pendaftar dari sekolah yang sama.

Friday, October 21, 2011

Structure Query Language 1 ~ Perintah Dasar SQL

===========================
Rizal Miftahus Salmi (10.39010.0057)
===========================

Me-Retrieve Data Menggunakan Pernyataan SQL SELECT


Kemampuan-Kemampuan dari Pernyataan SQL SELECT
Pernyataan SELECT mengambil (retrieve) informasi dari database. Dengan suatu pernyataan SELECT, Anda dapat menggunakan kemampuan berikut :
  • Projection : Memilih kolom-kolom dalam suatu tabel yang dihasilkan dari suatu query. Memilih beberapa atau banyak kolom yang dibutuhkan.
  • Selection : Memilih baris-baris dalam suatu tabel yang dihasilkan dari suatu query. Banyak kriteria yang dapat digunakan untuk membatasi baris-baris yang akan diambil.
  • Joining : Mengambil data bersama yang disimpan dalam tabel-tabel yang berbeda dengan menentukan hubungan antara mereka. Join-join SQL dijelaskan lebih detail pada pelajaran selanjutnya.
Gambar 1.1 Projection
Gambar 1.2 Selection
Gambar 1.3 Join

Pertanyaan SELECT Dasar
SELECT *|{DISTINCT} column|expression [alias],...}
FROM table;
  • SELECT mengidentifikasi kolom-kolom yang akan ditampilkan
  • FROM mengidentifikasikan isi tabel di dalam kolom-kolom
Dalam bentuk yang mudah, suatu pernyataan SELECT harus menyertakan berikut :
  • Suatu klausa SELECT, yang menentukan kolom-kolom yang akan ditampilkan
  • Suatu klausa FROM, yang menunjukkan isi kolom pada dalam suatu tabel yang didaftar dalam klausa SELECT
Dalam sintak :
  SELECT adalah suatu daftar satu atau beberapa kolom
  * untuk memilih semua kolom
  DISTINCT untuk menghilangkan duplikasi
  column /expression untuk memilih nama kolom atau sebuah ekspresi
  alias untuk memberikan nama kolom yang dipilih dengan judul berbeda
  FROM table untuk menentukan isi kolom dalam suatu tabel

Catatan : melalui pelajaran ini, kata-kata keyword, clause, dan statement digunakan sebagai berikut :
  • Sebuah keyword menunjukkan pada elemen individual SQL.
  • Contoh , SELECT dan FROM adalah keywords.
  • Sebuah clause adalah bagian dari pernyataan SQL.
  • Contoh, SELECT employee_id, last_name, . . . Adalah suatu klausa.
  • Sebuah Statement (pernyataan) adalah suatu kombinasi dari dua atau beberapa klausa.
  • Contoh, SELECT * FROM employees adalah suatu pernyataan SQL.
to be continued..

Wednesday, October 19, 2011

Perilaku Dalam Berorganisasi (Resume 4) ~ Motivasi

===========================
Rizal Miftahus Salmi (10.39010.0057)
===========================

MOTIVASI


Motivasi
  • Menurut French and Raven
  • Motivation is the set of forces that cause people to behave in certain ways.
    Motivasi adalah sesuatu yang mendorong seseorang untuk menunjukkan perilaku tertentu.
  • Menurut Greeberg and Baron (1997)
  • Motivation as a set of process that arouse, direct, and maintain human behavior toward attaining some goal.
    Motivasi sebagai seperangkat proses yang membangkitkan, mengarahkan, dan mempertahankan perilaku seseorang untuk tujuan tertentu.
Proses Motivasi


Komponen Motivasi
  • Arousal, sesuatu yang membangkitkan => drive / dorongan
  • Direct, arah tindakan yang akan diambil
  • Maintenance, seberapa lama seseorang akan bertahan untuk mencapai tujuannya
Pendekatan Motivasi
  • Pendekatan tradisional atau dikenal dengan traditional model of motivation theory
  • Pendekatan relasi manusia atau human relation model
  • Pendekatan sumber daya manusia atau human resources model
Motivation Theory
  • Content Theory
    • Faktor-faktor yang membangkitkan, mengarahkan, dan mempertahankan perilaku berasal dari dalam individu
    • Apa yang menyebabkan seseorang termotivasi?
  • Process Theory
    • Bagaimana perilaku dibangkitkan, diarahkan, dan dipertahankan
    • Mengapa seseorang termotivasi?

Perilaku Dalam Berorganisasi (Resume 3) ~ Nilai, Sikap, dan Kepuasan Kerja

===========================
Rizal Miftahus Salmi (10.39010.0057)
===========================

NILAI, SIKAP, DAN KEPUASAN KERJA


Nilai / Value
Nilai merupakan keyakinan mendasar  yang menggambarkan pendirian individu bahwa sesuatu hal / perilaku lebih baik / benar daripada hal / perilaku yang lain. Nilai ini diperlukan karena dapat memberikan dasar pengertian tentang sikap dan motivasi seseorang. Nilai ini juga dapat mempengaruhi persepsi dalam memandang suatu hal /sikap / masalah.

Sistem Nilai
Sistem nilai adalah susunan peringkat nilai-nilai individu menurut kepentingannya. Nilai individu ini dapat bersumber dari genetik (bawaan), budaya nasional, ataupun lingkungan (keluarga, sekolah, teman).

Tipe Nilai
Menurut Allport and Associate (dalam Robbins, 1993), tipe nilai dibagi menjadi 6 antara lain :
  1. Theoretical
  2. Nilai yang mengutamakan penemuan / pencarian kebenaran melalui pendekatan rasional dan kritikal.
  3. Economic
  4. Nilai yang menekankan kegunaan dan kepraktisan.
  5. Aesthetic
  6. Nilai yang mengagungkan bentuk dan keharmonisan.
  7. Social
  8. Nilai yang menekankan kecintaan terhadap orang-orang.
  9. Political
  10. Nilai yang menitikberatkan pada kekuasaan dan pengaruh.
  11. Religious
  12. Nilai yang berkaitan dengan pengalaman dan pemahaman yang sama tentang alam semesta.
Sikap / Attitude
Sikap / Attitude adalah pernyataan / pertimbangan evaluatif (baik yang diinginkan atau yang tidak) mengenai objek, orang, atau peristiwa. Sikap ini mencerminkan bagaimana orang merasakan sesuatu. Sikap ini biasanya terbentuk dari lingkungan dan sifatnya relatif / dapat berubah.

Komponen Sikap
  • Kognitif : segmen pendapat / keyakinan dari suatu sikap
  • Afektif : segmen emosional / perasaan dari suatu sikap
  • Psikomotorik (perilaku) : alasan untuk berperilaku dalam suatu cara tertentu terhadap seseorang / sesuatu
  • Sikap dapat berpengaruh terhadap kinerja organisasi
  • Pimpinan => berpengaruh terhadap bawahan
Tipe Sikap
  • Job satisfactions (kepuasan kerja) : berkenaan dengan sikap umum individu terhadap pekerjaannya. Jika kepuasan kerja tinggi maka sikap terhadap pekerjaannya adalah positif, begitu pula sebaiknya.
  • Job involvement (keterlibatan kerja) : menunjukkan tingkat pengenalan dan keterlibatan diri dengan pekerjaan, serta kesadaran seseorang bahwa performance penting bagi dirinya. Orang yang memiliki tingkat keterlibatan kerja tinggi maka ia akan lebih memperhatikan pekerjaannya.
  • Organizational commitment (komitmen kepada organisasi), menunjukkan tingkat pengenalan, keterlibatan dan kesetiaan kepada organisasi, serta harapan dapat mempertahankan status keanggotaannya.
Komitmen Organisasi
Tingkat pengenalan, keterlibatan dan kesetiaan kepada organisasi, serta dapat mempertahankan status keanggotaanya. Tingkat komitmen yang tinggi akan mempengaruhi tingkat absen dan turnover menjadi rendah. Tingkat komitmen kepada organisasi lebih tepat dalam mengukur turnover seseorang daripada tingkat kepuasan kerjanya.

Kepuasan Kerja
Kepuasan kerja adalah sikap individu terhadap pekerjaannya atau dengan kata lain seperangkat perasaan pegawai tentang menyenangkan / tidaknya pekerjaan mereka. Kepuasan kerja memiliki hasil akhir yang kompleks dari berbagai macam unsur pekerjaan, yaitu orang, peraturan, organisasi, serta lingkungan. Kepuasan kerja juga ditentukan oleh beberapa hal, yaitu :
  • Mentally challenging work
    • Tantangan yang rendah akan membuat orang cenderung bosan
    • Tantangan yang sedang akan membuat orang tenang dan puas
    • Tantangan yang terlalu banyak akan membuat frustasi dan merasa gagal
  • Equitable rewards (imbalan yang sesuai)
    • Adanya keadilan dalam pengaturan gaji dan promosi
    • misal : berdasarkan beban kerja, standar gaji umum, atau tingkat kemampuan individu
  • Supportive working conditions
    • Adanya dukungan kondisi kerja
    • misal : kondisi lingkungan kerja yang nyaman, fasilitas yang lengkap dan tidak membahayakan akan mendukung kepuasan kerja seseorang
  • Supportive colleagues
    • Adanya dukungan kolega atau teman akan membuat seseorang menjadi lebih mantap dalam bekerja. Alasannya adalah orang butuh berinteraksi dan sosialisasi.
  • Personality - job fit
    • Adanya kesuaian antara kepribadian seseorang dengan pekerjaannya. Hal ini akan membuat seseorang lebih puas karena dalam berkerja sekaligus ia dapat menyalurkan bakat dan minatnya.
Pengaruh Kepuasan Kerja
  • Produktifitas
    • Membuat hubungan menjadi tidak konsisten. Produktifitas juga ditentukan oleh mekanisme pasar dan kemampuan mesin.
  • Absen
    • Adanya korelasi negatif antara kepuasan kerja dengan tingkat absen
  • Turnover
    • Adanya korelasi negatif antara kepuasan kerja dengan turnover (korelasinya lebih kuat dari absen)
Ungkapan Ketidakpuasan Karyawan
  • Exit (keluar)
  • Ketidakpuasan yang diungkapkan lewat perilaku yang diarahkan meninggalkan organisasi
  • Voice (bersuara)
  • Ketidakpuasan yang diungkapkan lewat isaha aktif dan konstruktif untuk memperbaiki kondisi
  • Loyality (kesetiaan)
  • Tetap setia bertahan dalam organisasi tetapi bersikap pasif sambil menunggu kondisi membaik
  • Neglect (lalai)
  • Ketidakpuasan yang dinyatakan dengan membiarkan kondisi memburuk

Perilaku Dalam Berorganisasi (Resume 2) ~ Dasar - Dasar Perilaku Individu

===========================
Rizal Miftahus Salmi (10.39010.0057)
===========================

DASAR - DASAR PERILAKU INDIVIDU


Karakteristik Biografik
Sifat pribadi tiap individu yg obyektif dan mudah diperoleh dari catatan pribadi individu. (Usia, Jenis Kelamin, Status Perkawinan, Jumlah Tanggungan, Masa Kerja, dll). Dalam organisasi, dikaitkan dengan kinerja dan kepuasan kerja.
  • Usia
    • Usia bertambah, kinerja menurun
    • Jumlah tenaga kerja usia lanjut meningkat
    • Semakin tua usia seseorang, kemungkinan turn over kecil
    • Usia berbanding terbalik dengan ketidakhadiran
    • Usia dan kepuasan kerja berasosiasi positif
  • Jenis Kelamin
    • Perbedaan gender tidak selalu mempengaruhi kinerja
    • Perbedaan gender tidak mempengaruhi kepuasan kerja individu
    • Perbedaan gender tidak mempengaruhi turn over
    • Tingkat absensi perempuan lebih tinggi
  • Status Perkawinan
    • Status perkawinan tidak mempengaruhi kinerja seseorang
    • Status perkawinan menurunkan tingkat absen, turn over, dan meningkatkan kepuasan kerja
  • Jumlah Tanggungan
    • Tidak berhubungan dengan kinerja
    • Berkorelasi positif dengan tingkat absen (terutama wanita) dan kepuasan kerja
  • Masa Kerja
    • Tidak berkorelasi dengan kinerja
    • Ada hubungan negatif antara masa kerja dan tingkat absen serta turn over
Kemampuan
  • Kapasitas seorang individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan
  • Macam kemampuan
    • Intelektual
    • Kemampuan yang diperlukan untuk mengerjakan aktivitas mental
    • Fisik
    • Kemampuan yang diperlukan untuk melakukan tugas-tugas yang menuntut stamina, kekuatan, dan kecakapan
  • Berkorelasi positif dengan kinerja
Kepribadian
Cara-cara yang digunakan oleh individu untuk bereaksi dan berinteraksi dengan lingkungannya
  • Faktor yang menentukan kepribadian
    • Keturunan  => bersifat abadi
    • Lingkungan
    • Situasi
Kelengkapan Kepribadian
  • Locus of Control => tingkat kepercayaan akan nasibnya
    • Internal : percaya bahwa nasibnya ditentukan oleh dirinya sendiri
    • Eksternal : percaya bahwa kekuatan luar (keberuntungan, kesempatan) akan mengontrol nasibnya
  • Orientasi Pencapaian = > need of achieve
    • Need of achieve berkorelasi positif dengan kinerja
  • Autorianism => aliran yang menyetujui adanya perbedaan status dan kekuasaan diantara orang di dalam suatu organisasi
    • Berpengaruh positif dan negatif (tergantung situasi kerjanya)
  • Machiavellianisme
    • Yaitu derajad sejauh mana seseorang individu bersifat pragmatis, menjaga jarak emosional, dan meyakini bahwa  tujuan dapat membenarkan cara.
    • Orang dengan Mach yang tinggi cenderung pragmatis, tidak emosional, dan cocok untuk suatu pekerjaan dengan kecakapan bargaining (negosiasi).
  • Penghargaan Diri (self esteem) = > tingkat senang atau tidaknya seseorang terhadap dirinya sendiri
    • Penghargaan diri yang rendah => tergantung pada penilaian positif orang lain, selalu mencari persetujuan, dan mudah dipengaruhi.
    • Penghargaan diri yang tinggi => cenderung memiliki kepuasan kerja yang tinggi pula.
  • Pemantauan Diri (self monitoring) => sifat individu untuk mengukur kemampuan diri dalam menyesuaikan perilakunya dengan faktor-faktor situasional eksternal
    • Pemantapan diri yang tinggi akan lebih mudah mengadaptasi perilakunya terhadap situasi yang berbeda. 
  • Pengambilan Resiko (risk taking) => orang yang memiliki tingkat pengambilan resiko tinggi akan lebih cepat dalam memberikan keputusan
Personality - Job Fit
  • Teori yang dikembangkan John Holland
  • Kepuasan kerja dan tingkat turn over tergantung pada kecocokan kepribadian individu dengan lingkungan kerjanya
Persepsi
Proses dimana seseorang mengorganisasi dan menginterpretasi sensor/kesan yang ditangkapnya untuk mengartikan lingkungan. Perilaku orang didasari oleh persepsi merekan terhadap sesuatu, bukan pada kenyataan yang terjadi.
  • Faktor - Faktor Persepsi
    1. Perceiver (orang yang merasakan) => kesan yang ditangkap oleh indra, yang dipengaruhi oleh karakter pribadi seperti : sikap, motif, minat, pengalaman masa lalu, dan harapan
    2. Target (sasaran) => karakteristik sasaran yang diamati dapat mempengaruhi persepsi seseorang
    3. Situasi => elemen-elemen di sekitar sasaran, seperti : waktu, situasi kerja, situasi sosial
  • Persepsi Terhadap Orang Lain
    1. Selective Perception => individu cenderung akan berpersepsi terhadap orang lain sesuai minat, latar belakang, dan pengalaman pribadinya
    2. Halo Effect => dalam mengambil kesimpulan tentang orang lain cenderung hanya memperhatikan satu karakteristiknya saja
    3. Contrast effect => individu dalam mengevaluasi karakteristik seseorang cenderung membandingkan dengan orang lain yang ditemui sebelumnya
    4. Projection => individu menempatkan karakteristik pribadinya pada diri orang lain yang hendak dinilainya
    5. Stereotyping => individu cenderung menilai karakteristik seseorang berdasarkan karakteristik kelompok asalnya
Proses Belajar
  • Suatu tindakan untuk mencapai perubahan yang relatif permanen dalam perilaku individu, sebagai akibat dari pengalaman.
  • Teori Social Learning
    • Perilaku merupakan fungsi konsekuensi
    • Tahapan :
      • Attentional process
      • Retention process
      • Motor reproduction process
      • Reinforcement process
Social Learning Process
  • Attentional process (proses pemerhatian) => orang hanya belajar dari sesuatu yang mereka kenal/menarik perhatian
  • Retention process (proses pengingatan) => orang belajar dari model dan seberapa ingat akan model
  • Motor reproduction process (proses peniruan) => menirukan perilaku yang ingin dipelajarinya
  • Reinforcement process (proses penguatan) => individu dimotivasi untuk berperilaku tertentu
Metode Pembentukan Perilaku Individu
  • Possitive reinforcement (penguatan positif) respon diikuti dengan sesuatu yang menyenangkan
  • Negative reinforcement (penguatan negatif) respon diikuti dengan penghentian atau sesuatu yang tidak menyenangkan
  • Punishment (hukuman) => respon diikuti dengan kondisi yang tidak menyenangkan dalam usaha menghilangkannya
  • Extinction (pemadaman) => terjadi pengurangan bahkan penghilangan usaha yang membentuk perilaku
Tujuan Mempelajari Kepribadian
  • Menyelidiki kekuatan dan kelemahan sendiri, dan belajar bagaimana caranya menonjolkan segi positif dan menyingkirkan segi negatif
  • Memahami orang lain dan menyadari bahwa orang lain berbeda tidak berarti bahwa perilaku mereka salah

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More